RSS

Tugas Kuliah: Makalah Studi Islam, Larangan Mengikuti Langkah Setan

14 Jun

Tugas Akhir Studi Islam 3

Larangan Mengikuti Langkah Setan

Disusun oleh

Nurhidayah

10012101

Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

2013

Daftar Isi

Larangan Mengikuti Langkah Setan

  1. 1.      Penjelasan Judul

1.1         Cara Mengendalikan Hawa Nafsu Dunia ( Nafsu Setan )

  1. 2.      Dasar Hukum dalam Alquran dan Alhadits

2.1     Berperang Melawan Was-was Setan

2.2     Makna Hadist

2.3     Penjelasan dan Pelajarab Hadist

2.4     Bentuk-Bentuk Waswas Setan

  • ·           Setan menghiasi kemaksiatan
  • ·           Setan Menakut-Nakuti Manusia

2.5     Menangkal Was-Was Setan

  • Ikhlas
  • Iman
  • Berlindung kepada Allah SWT
  • Dzikrullah
  1. 3.      Pemikiran dan Pembahasan Para Ahli dalam Buku-Buku Pustaka

3.1     Apa yang dimaksud dengan setan ?

3.2     Langkah-langkah setan dalam menyesatkan manusia adalah sebagai berikut

3.3     Hal-hal yang Melancarkan Tugas Setan

3.4     Obatnya

3.5     Cara Menghindari Langkah Setan

  1. 4.      Pemikiran dan Pembahasan Penulis
  2. 5.      Hikmah dari Pembahasan Makalah
  3. 6.      Penutup

6.1     Kesimpulan

6.2     Daftar Pustaka

Larangan Mengikuti Langkah Setan

  1. 1.      Penjelasan Judul

Setan adalah makhluk halus yang sejenis dengan jin setan diciptakan dari api kerjanya menyesatkan manusia. Kalau hati tergerak untuk berbuat jahat , tanda hati itu telah dirasuki setan. Apabila hati itu telah dirasuki setan. Apabila hati tergerak untuk melakukan amal saleh, tanda malaikat menyampaikan ilhamnya.

ü  Cara Mengendalikan Hawa Nafsu Dunia ( Nafsu Setan )

Mengendalikan Penyakit Hati – Hawa Nafsu adalah kecenderungan jiwa kepada sesuatu baik itu berupa kebaikan atau keburukan. Setiap ayat Al Qur’an yg menyebutkan tentang hawa nafsu selalu dalam bentuk pencelaan di samping mengingatkan agar kita tidak mengikuti dan cenderung kepadanya. Demikian halnya dgn hadits nabawi jika berbicara mengenai hawa nafsu senantiasa mengatakannya sebagai hal yg tercela. Kecuali pada sebagian hadits misalnya sabda Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sehingga hawa nafsunya tunduk terhadap apa yg aku bawa.” Hawa nafsu adl sesembahan selain Allah yg paling buruk. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Di kolong langit ini tidak ada tuhan yg disembah yg lbh besar dalam pandangan Allah selain dari hawa nafsu yg dituruti.” krn hawa nafsu mengubah banyak jiwa manusia dari baik jadi buruk dari adil jadi zhalim dari tauhid jadi syirik dari lurus jadi bengkok dan dari sunnah jadi bid’ah.

Oleh sebab itu para ahli bid’ah disebut dgn hamba hawa nafsu. “Maka pernahkah kamu melihat orang yg menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yg akan memberinya petunjuk sesudah Allah . Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” . “Terangkanlah kepadaku tentang orang yg menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadikan pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tak lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan lbh sesat jalannya .” Dalam Al Qur’an terkadang Allah Ta’ala mengumpamakan para ahli bid’ah dan yg selalu memperturutkan hawa nafsunya dgn anjing keledai atau dgn binatang ternak. Amat buruklah perumpamaan orang – orang yg mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zhalim ”.

Allah memerintahkan melalui kitab dan lisan RasulNya agar kita menentukan hukum di antara manusia dgn adil. Di samping memperingatkan kita agar tidak mengikuti hawa nafsu dgn cenderung kepada salah seorang yg berselisih secara tidak benar. “Wahai orang – orang yg beriman jadilah kamu orang yg benar – benar penegak keadilan menjadi saksi krn Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin maka Allah lbh tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikutihawa nafsu krn ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan atau enggan menjadi saksi maka sesungguhnya Allah adl Maha Mengetahui segala apa yg kamu kerjakan.” Allah memberitahukan bahwa mengikuti hawa nafsu akan menyesatkan seseorang dari jalanNya. “Hai Daud sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah di muka bumi maka berilah keputusan di antara manusia dgn adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu maka ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Kemudian Allah menjelaskan kesudahan orang yg tersesat dari jalanNya dgn firmanNya : Sesungguhnya orang yg sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yg berat karena mereka sudah melupakan hari perhitungan yang sudah ditentukan.

Dalam kitab Ibnul Qayyim berkata “Sesungguhnya hawa nafsu suatu larangan yg dengannya sekeliling neraka Jahannam dikitari. Maka barang siapa terjerumus ke dalam hawa nafsu maka ia terjerumus kedalam api Jahannam. Disebutkan dalam Shahihain bahwasanya Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Surga itu dikelilingi dgn hal-hal yg dibenci dan neraka itu dikelilingi dgn berbagai syahwat.” Hadits marfu’ dari Abu Hurairah diriwayatkan “Ketika Allah menciptakan surga Ia mengutus Jibril. Allah berfirman “Lihatlah ke sana dan lihatlah apa yg Aku sediakan utk para penghuninya.

Melawan hawa nafsu bagi seorang hamba melahirkan suatu kekuatan di badan hati dan lisannya.” Sebagian salaf berkata “ Orang yg bisa mengalahkan nafsunya lbh kuat dari pada orang yg menaklukkan sebuah kota dgn seorang diri.” Dalam hadits shahih disebutkan “Tidaklah orang yg kuat itu yg menang dalam bergulat tetapi orang yg kuat adl orang yg dapat menguasai hawa nafsunya ketika ia marah. Selalu ingat kepada allah dalam setiap langkah menjauhkan hawa nafsu, Setiap hawa nafsu yang timbul baik/buruk, syaitan akan memasukkan godaan dalam keinginan tersebut.

Untuk keinginan yang jelek sudah tentu setan langsung memasukkan godaannya. Sedangkan untuk keinginan yang baik setan pun bisan turut membelokkan keinginan tersebut, misalnya ada orang yang niat beramal, setan pun berbisik – bisik coba kamu beramal nanti kan dikagumi orang, apalagi kalau waktu memberi dipublikasikan. Kalau orangnya mengikuti bisikan setan tersebut, maka amalnya menjadi riya bukan karena Allah semata, padahal setiap amal seharusnya dilakukan hanya karena Allah semata.

  1. 2.      Dasar Hukum dalam Alquran dan Alhadits

ü  Berperang Melawan Was-was Setan

Oleh Ustadz Abu Humaid Arif Syarifuddin:

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menuturkan, Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ مَنْ خَلَقَ كَذَا مَنْ خَلَقَ كَذَا حَتَّى يَقُولَ مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ
“Setan mendatangi salah seorang dari kalian, lalu bertanya,’Siapakah yang menciptakan ini? Siapakah yang menciptakan itu?’ Hingga dia bertanya,’Siapakah yang menciptakan Rabb-mu?’ Oleh karena itu, jika telah sampai kepadanya hal tersebut, maka hendaklah dia berlindung kepada Allah dan hendaklah dia menghentikan (waswas tersebut)”.

ü  Makna Hadits

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan, setan dapat mendatangi seseorang untuk menghembuskan was-was (gangguan) dan syubhat (keraguan) ke dalam hatinya; di antaranya dengan membisikkan kalimat-kalimat yang dapat menimbulkan keragu-raguan secara halus, hingga menggiringnya kepada kalimat kufur.
Contohnya, seperti disebutkan dalam hadits ini. Yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan yang semula merupakan pertanyaan biasa, lalu setan berusaha menggiring pada pertanyaan yang membuat keraguan, yaitu “siapa yang menciptakan Rabb-mu?”
Bila was-was setan ini telah merasuk ke dalam hati dan benak pikiran seseorang, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar orang tersebut segera meminta perlindungan kepada Allah dan mengakhiri (was-was setan tersebut) dari benak pikirannya. Walahu a’lam.

ü  Penjelasan dan Pelajaran Hadits

Setan Musuh Yang Nyata Bagi Bani Adam

ü
Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mengusir Iblis dari surga karena keengganannya menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk bersujud kepada Adam Alaihissallam, ia meminta tangguh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala seraya menyatakan tekadnya untuk menggoda dan menjerumuskan Adam Alaihissallam dan anak cucunya ke dalam lembah kehinaan, menyimpangkan mereka dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lurus.

Untuk pertama kalinya Iblis berhasil membujuk Adam Alaihissallam dan isterinya melanggar larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga keduanya dihukum oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan diturunkan ke bumi, meskipun kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima taubat Adam Alaihissallam dan isterinya, dan mengampuni keduanya.
Tidak berhenti sampai di situ, Iblis kemudian mengajak bala tentaranya dari kalangan setan untuk terus memerangi anak cucu Adam, menggelincirkannya dari jalan Allah yang lurus, dan menjatuhkannya ke dalam kesesatan yang menghinakan. Maka Iblis dan bala tentaranya menjadi musuh yang paling nyata dan paling sengit bagi manusia. Oleh karena itu berhati-hatilah dari tipu daya dan langkah-langkah setan yang menyesatkan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperingatkan hal itu dalam firman-Nya:
وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“… dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya syithan itu musuh yang nyata bagimu”. [Al-Baqarah/2:168. Al An’âm/6:142].
Setan Menghembuskan Was-was dan Syubhat
Sejak awal permusuhan, setan telah mempersiapkan jurus-jurus dan langkah-langkah muslihat untuk menggelincirkan dan melumpuhkan manusia agar tidak taat kepada Allah. Di antaranya dengan meluncurkan was-was dan syubhat (keraguan) dalam diri manusia.
Perhatikan perkataan setan (Iblis). Dengan muslihatnya, ia berlagak sebagai penasihat, dan  danubahkan dengan mengangkat sumpah kepada Adam  isterinya –sebelum diturunkan ke bumi- setelah sebelumnya Allah memperingatkan keduanya untuk tidak mendekati pohon terlarang.

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مِنْ سَوْءَاتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلاَّ أَنْ تَكُوناَ مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُوناَ مِنَ الْخَالِدِينَ. وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ. فَدَلاَّهُمَا بِغُرُورٍ …

“Maka setan membisikkan pikiran jahat (was-was) kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya, dan setan berkata, “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya,”Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua,’ maka setan membujuk keduanya dengan tipu daya. …” [Al-A’râf/7:20-22]

Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menceritakan hal serupa.
فَوَسْوَسَ لَهُ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لاَ يَبْلَى

“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat (waswas) kepadanya, dengan berkata,”Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (kekekalan) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” [Thâhâ/20:120].

Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan tentang ketergelinciran Adam Alaihissallam dan isterinya oleh was-was dan tipu daya setan, yang membuat Adam lupa dengan peringatan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketergelinciran ini untuk menjadi pelajaran bagi anak cucunya.

ü  Bentuk-Bentuk Waswas Setan

Banyak cara yang dilancarkan setan dalam menghembuskan was-was (pikiran jahatnya) kepada bani Adam. Di antaranya dapat dicontohkan sebagai berikut.
1. Setan menghiasi kemaksiatan.

Setan menghiasi kemaksiatan dengan hiasan-hiasan indah, sehingga kemaksiatan tersebut tidak nampak lagi sebagai kemaksiatan di mata manusia. Seperti perkataannya kepada Adam Alaihissallam dan isterinya dalam dua ayat di atas, ternyata merupakan tipuan berhias nasihat. Begitu pula ketika menghiasi perbuatan kaum musyrikin pada perang Badar. Allah Subhanhu wa Ta’ala mengisahkan:
وَلاَ تَكُونُوا كَالَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَراً وَرِئَـاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللهِ، وَاللهُ بِمَا يَعْمَلوُنَ مُحِيطٌ. وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لاَ غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌّ لَّكُمْ، فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِّنْكْم إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَونَ إِنِّي أَخَافُ اللهَ، وَاللهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ.

“Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan,”Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu,” maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata,”Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya”. [Al-Anfâl/8:47-48].
Begitulah hiasan setan yang berisikan janji-janji palsu dan angan-angan kosong.
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِم وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُوراً

“Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka” [An-Nisâ’: 120]

  1. 3.      Setan Menakut-Nakuti Manusia.

Tatkala ada sebagian manusia tidak mempan dengan hiasan-hiasan setan, maka setan menggunakan cara lain, yaitu menakut-nakuti mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

$ إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُم مُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. [Ali Imran/3:175].[6]

Menangkal Was-Was Setan

Keberadaan setan sebagai musuh yang nyata bagi manusia merupakan salah satu ujian terberat buat manusia; karena setan dapat melihat keberadaan manusia, sedangkan manusia tidak dapat melihat setan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا مِن سَوْءَاتِهِمَا، إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِن حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُم، إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ.

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” [Al-A’râf/7:27]

Namun begitu, Allah Subhanhu wa Ta’ala dengan rahmatNya memberikan petunjuk kepada para hamba-Nya melalui lisan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu kiat-kiat untuk menangkal dan mengusir setiap serangan yang dilancarkan setan. Di antaranya sebagai berikut.

1.Ikhlas.
Hamba-hamba yang ikhlas akan dijaga dan diselamatkan dari gangguan setan, sebagaimana menurut pengakuan setan sendiri. Allah l menceritakan dalam firman-Nya:
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ )

“Iblis berkata, “Ya Rabb-ku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.” [Al-Hijr/15:39-40].

Dalam ayat yang lain:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

“Iblis menjawab, “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” [Shâd/38:82-83].
Dan dengan jaminan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana dalam firman-Nya:
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ

“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku (yang mukhlis) tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat”. [Al-Hijr/15:42].
2. Iman.

Dalam sebagian riwayat hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang kita bahas di atas, ada disebutkan dengan lafazh berikut.

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْتِي أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ مَنْ خَلَقَ السَّمَاءَ فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَيَقُولُ مَنْ خَلَقَ الْأَرْضَ فَيَقُولُ اللَّهُ فَيَقُولُ مَنْ خَلَقَ اللَّهَ فَإِذَا أَحَسَّ أَحَدُكُمْ بِشَيْءٍ مِنْ هَذَا فَلْيَقُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ وَبِرُسُلِهِ.

“Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang dari kalian, lalu bertanya (kepadanya),”Siapa yang menciptakan langit?” Ia menjawab,”Alah Subhanahu wa Ta’ala ,” lalu setan bertanya lagi,”Siapa yang menciptakan bumi?” Ia menjawab,”Allah,” hingga setan bertanya,”Siapa yang menciptakan Allah? Maka apabila salah seorang dari kalian merasakan suatu (was-was) seperti ini, hendaklah dia mengucapkan,”Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya”.

Dan dalam riwayat Aisyah Radhiyallahu ‘anha dengan lafazh:

((… فَلْيَقْرَأْ آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ فَإِنَّ ذَلِكَ يُذْهِبُ عَنْهُ)).

“… maka bacalah “Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya,” karena hal itu akan menghilangkannya (was-was tersebut)”.

  1. Berlindung Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hal ini sebagaimana diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu di atas:
((… فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ))

“… jika telah sampai kepadanya hal tersebut, maka hendaklah dia berlindung kepada Allah dan hendaklah dia menghentikan/memutuskan (was-was tersebut)”.
Dan hal ini sesuai dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:
$ وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. [Al-A’râf/7:200].
Sedangkan dalam riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu pula dengan lafazh:

فَإِذَا قَالُوا ذَلِكَ، فَقُولُوا: اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، ثُمَّ لِيَتْفُلْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْتَعِذْ مِنْ الشَّيْطَانِ.
“Jika mereka mengucapkan hal itu (kalimat-kalimat was-was), maka ucapkanlah “Allah itu Maha Esa, Allah itu tempat bergantung, Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,” kemudian meludahlah ke kiri (3x) dan berlindunglah kepada Allah” [10]
4. Dzikrullah.

Sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (menyadari) kesalahan-kesalahannya”. [Al-A’râf/7:201].

  1. 5.        Pemikiran dan Pembahasan Para Ahli dalam Buku-Buku Pustaka

Berikut pendapat dan pembahasan penulis yang saya kutip dari beberapa literasi buku:

Apa yang dimaksud dengan setan ?

  • Ibnu HArir Ath –Thabari mengatakan “Di dalam bahasa arab, setan berarti setiap pembangkang. Baik dari kalangan manusia, jin, binatang, dan lain sebagainya. Begitu pula dengan firman Allah SWT:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (Q.S. Al-An’am 6:112)

  • Setan adalah makhluk yang kafir dari bangsa jin atau manusia, berdasarkan dalil dalil baik dari Alquran maupun As Sunah. Tidaklah setan disebut kecuali selalu berarti kekafiran dan keburukan. Berbeda dengan jin, sebagian mereka ada yang kafir dan sebagian yang lain ada

yang mukmin.

Setan menunjukkan arti setiap yang sombong dan congkak yang diambil dad kata syathana yang berarti jauh dari kebaikan atau dan kata syaatha yasyiithu yang berarti hancur binasa atau terbakar. Maka setiap yang congkak, sornbong serta tidak terkendali baik dari kalangan jin,manusia atau hewan maka disebut setan.

  • Setan adalah makhluk halus yang sejenis dengan jin. Setan diciptakan dari api. Kerjanya menyesatkan manusia kalau hati bergerak berbuat jahat, tanda hati itu telah dibisiki setan. Apabila hati tergerak untuk berbuat amal saleh, tanda malaikat telah menyampaikan ilhamnya.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (al-Baqarah (2) : 208)

Dalam operasinya menjerumuskan manusia pada jurang kesesatan dan kejahatan, setan mengunakan strategi dan langkah yang sesuai dengan obyek yang akan disesatkannya. Apabila level manusia dari sisi keimanannya lemah, maka strateginya berbeda dengan orang-orang yang memiliki keimanan dan keyakinan yang tinggi kepada Allah. Untuk orang yang memiliki keimanan dan keyakinan yang tinggi, setan akan mengunakan metode yang jitu, dan apabila yang dihadapi setan adalah orang level tinggi dari orang yang beriman, maka dia akan mengerahkan segala kemampuan dan segala sarananya untuk bisa menggoda dan menyesatkan sehingga berhasil mengalahkannya. Adapun dalil yang menjelaskan bahwa setan memilki strategi dalam menyesatkan anak cucu Adam adalah firman Allah. “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (al-Baqarah (2) : 208)
Adapun langkah-langkah setan dalam menyesatkan manusia adalah sebagai berikut.
1. Menimbulkan rasa was-was.

Was-was adalah sebuah strategi yang dihembuskan setan pada hati manusia, sehingga apabila sifat was-was ini menguasai hati sesorang, maka akan lahir rasa ragu-ragu atas setiap perbuatan, perkataan, keyakinan. Akhirnya, rasa was-was itu akan merasuk pada tingkat keimanan kepada Allah, serta segala sesuatu yang berkaitan erat dengan keimanan kepada Allah tersebut. Apabila was-was sudah sampai pada tingkat tersebut, maka orang yang terjangkitnya mudah untuk tergelincir pada kekufuran, pembangkangan, dan akhirnya jadi pengikut setan. Strategi was-was ini Allah jelaskan dalam ayat-Nya. “Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (al-Naas (114) : 1-6)

2. Menghilangkan ingatan (lupa).

Setan berusaha menjauhkan manusia dari Allah SWT dari semua aktifitasnya. Salah satu cara yang paling ampuh yang dilakukan setan adalah menghilangkan keterkaitan manusia dengan Allah dalam semua keadaan dan situasi. Dengan demikian, rasa kebersamaan dengan Allah dan rasa dipantau oleh-Nya lenyap dari kehidupan manusia. Karenanya, manusia yang lupa Allah akan mudah melakukan pelanggaran, kejahatan,dan kemaksiatan. Hal itu dikarenakan nama Allah dan keagungan-Nya hilang dari dirinya. Hal itu merupakan ulah setan dengan cara membuat manusia lupa. “Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua, “Beritahukanlah keadaanku kepada tuanmu.” Maka, syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu, tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.” (Yusuf (12) : 42) Dalam ayat yang lain, Allah berfirman, “Muridnya menjawab, “Tahukah kamu tatkala kita mecari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya, kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.” (al-Kahfi (18) : 63)

3. Memanjangkan angan-angan.

Kehidupan dunia ini sangatlah pendek dan singkat. Maka, kerugian lah bagi orang yang memperpanjang hidup ini dengan angan-angan. Karena, dengan panjang angan-angan, seseorang akan terbuai dengan indahnya kata seandainya. Sementara, dirinya lupa bahwa ajal selalu mengintainya. Karenanya, sementara dirinya dalam keadaan lalai dan santai, ia tidak akan bersegera mempersiapkan untuk menghadapi kehidupan yang lebih menentukan dan abadi, yaitu kehidupan ukhrawi. Setan sangatlah cerdik dan licik, ia selalu mencari kelemahan manusia, dan diantaranya adalah suka menikmati indahnya angan-angan. Dari titik itu lah, setan memyesatkan manusia. “Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar- benar memotongnya , dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya “.Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (an-Nisaa’ (4) : 119) Dalam ayat yang lain, Allah menjelaskan, “Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.” (Muhammad (47) : 25)
4. Memperindah perbuatan maksiat.

Tabiat manusia adalah sangat mencintai kehidupan dunia. Wanita, anak, binatang ternak, emas perak, dan sebagainya adalah hal-hal yang sangat mereka cintai. Akan tetapi, bagi Allah, kehidupan dunia yang kelihatan gemerlap ini—yang membuat terperangah bagi siapa yang terpedaya olehnya, tidak memiliki nilai apabila dibandingkan dengan kehidupan surgawi yang ada di sisi-Nya di hari akhirat nanti. Namun, setan tidak rela apabila manusia meninggalkan kehidupan dunia dan berbondong-bondong menuju kebahagiaan yang hakiki yang ada di sisi Allah kelak. Oleh karenanya, setan berusaha memperdaya manusia dengan cara menampilkan wajah dunia yang mereka cintai seolah-olah dunia ini akhir segala-galanya, tidak ada sesuatu yang lain yang seindah kehidupan dunia yang ada, dan kegemerlapan dunia hanyalah satu-satunya tujuan hidup. Sementara itu, mereka melupakan sebuah kehidupan yang sangat berbeda dengan kehidupan ada. Itulah cara setan untuk menyesatkan manusia. Dalam hal ini, Allah menjelaskan dalam kitab-Nya. “Iblis berkata, “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (al-Hijr (15) : 39)
5. Memberikan janji-janji palsu.

Apabila jiwa manusia sudah dirasuki setan, maka dirinya akan mudah untuk melakukan pelanggaran. Ketika dia melakukan pelanggaran tersebut, maka setan akan kembali datang untuk mendukung perbuatan tersebut dengan membawa janji-janji. Setan akan membisikan janji-janji itu kepada segenap pelaku kemaksiatan. Dia akan datang kepada penjudi dengan mengatakan teruskan perjudianmu, karena hanya dengan judi kamu bisa kaya. Setan pun akan datang kepada peminum khamr dan mengatakan minumlah sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin, karena dengan hal itu kamu akan mendapatkan ketenangan hidup. Setan juga akan datang kepada perampok, pezina, pembunuh, dan sebagainya dengan janji palsu sebagai pembenaran dan dukungan atas aksinya, sehingga mereka betul-betul menjadi pengikutnya yang setia dan menjadi temannya kelak di neraka. “Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.” (Ibrahim (14) : 22)
6. Membuat tipu daya.

Setan adalah makhluk jahat. Dalam melakukan aksi kejahatannya, setiap penjahat selalu melakukan tipu daya yang licik untuk mengelabui mangsanya. Setan memasang ranjau-ranjau tipu dayanya agar manusia terpedaya dengannya, sehingga ia tergelincir ke dalam jebakannya. Akhirnya, ia bertekuk lutut dihadapannya dan men jadi pengikut setia setan, bahkan menjadi tentaranya. Jauh dari Allah serta melangar aturan-aturan-Nya. “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin- pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (al-A’raaf (7) : 27)
7. Menghalang-halangi manusia untuk melakukan kebajikan.

Setan sangatlah komitmen dengan tekadnya untuk menyesatkan manusia. Seandainya dia tidak bisa menjuerumuskan manusia kejurang kenistaan dan kemaksiatan, maka dia berusaha dengan sekuat tenaga dan strategi yang canggih agar manusia tidak melakukan kebajikan samaa sekali. Setan menghalangi hamba Allah untuk shalat, berdzikir, bersedekah, berjihad, dan dari segala bentuk kebajikan yang Allah perintahkan dan anjurkan. Sekecil apa pun kebaikan itu, setan pasti akan merintangi hamba Allah melakukannya. “Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (an-Nisaa’ (4) : 61)

8. Menyulut api permusuhan.

Visi setan adalah menjadikan seluruh anak cucu Adam pengikutnya. Maka, apabila hal itu tidak terealisasi secara keseluruhan, perlu ada langkah agar manusia hancur berantakan. Cara yang dilakukannya adalah mengadu domba manusia. Langkah ini diprogram sehebat mungkin, baik personil yang memprovokasi maupun programnya yang berbentuk fitnah-fitah, yang disebar diantara manusia atau program-program yang lainnya yang rentan terhadap pertikaian, seperti perjudian, program minuman keras, dan sebagainya. Langkah setan ini Allah jelaskan dalam firman-Nya. “Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (al-Israa’ (17) : 53)
9. Menyuruh manusia berbuat keji dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak ia ketahui.

Allah SWT. selalu memerintahkan manusia untuk melakukan kebaikan, dan untuk selalu berkata berdasarkan ilmu. Akan tetapi, setan ingin menyesatkan manusia. Maka, ia memutarbalikkan perintah Allah itu dengan menyuruh manusia berbuat keji dan mengatakan terhadap Allah apa yang ia tidak ketahui. Oleh karenanya, Allah mengingatkan hamba-Nya akan langkah setan itu dengan firman-Nya. “Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (al-Baqarah (2) : 169)

HAL-HAL YANG MELANCARKAN TUGAS

SETAN

1.    Kebodohan

Seorang yang berilmu lebih sulit di goda oleh setan daripada seribu ahli badah

2.    Hawa nafsu, lemah keihlasan, dan lemah keyakinan

Allah Ta’ala berfirman yang artinya:  Iblis berkata, Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shaad:82-83)

O B A T N Y A

ü  Iman kepada Allah

Kita harus benar-benar beriman kepada Allah dan bertawakal kepadanya, sebagaimana firmanNya: “sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang beriman dan orang-orang yang bertawakal hanya kepada Rabb mereka saja.” (QS. An-Nahl:99) Mencari ilmu syar’I dari sumber-sumbernya yang shahih

ü  Dengan ilmu tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah seorang hamba akan dapat mengenal batasan-batasan Allah sehingga dia tidak akan tertipu oleh bisikan setan. Ikhas di jalan Dien ini

ü  Allah taala berfirman yang artinya: “Iblis berkata, Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shaad:82-83). Dzikir (ingat) kepada Allah Ta’ala dan berlindung dari godaan setan terkutuk

ü  Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.” (Al-A’raaf:200)

Cara menghindari lagkah setan

1. Senantiasa menyadari bahwa setan adalah musuh (2: 208). Berlindung kepada Allah dari godaannya terutama saat anda merasakan godaan itu. Tekunlah melakukan ibadah, senantiasa menutut ilmu agar kita tidak terperdaya oleh tipu daya setan.

2. Perhatikan motivasi di dalam hati Anda. Apakah merupakan hal-hal yang diridhoi Allah atau malah yang dimurkai oleh-Nya. Demikian juga perilaku yang muncul dari dorongan tersebut merupakan hal-hal yang diridhoi Allah atau tidak.

  1. 6.        Pemikiran dan Pembahasan Penulis

Menurut Penulis Langkah-langkah syetan

Dalam al-qur’an ada beberapa ayat yang menyebutkan perbuatan syetan yaitu: memerintah perbuatan keji dan munkar, mengatakan apa yang tidak dikatakan Allah dan taqlid kepada nenek moyang, menghiasi, membuat ragu, membisiki, Qotâdah berkata: “setiap kemaksiatan adalah langkah syetan”.

Untuk menghindari langkah-langkah setan yaitu perbanyak ibadah kepada Allah SWT. Seperti halnya Shalat, mengaji, dzikir, beramal saleh dan masih banyak perbuatan yang positif yang dapat menjauhkan kita dari langkah-langkah setan.

  1. 7.        Hikmah dari Pembasan Makalah

Pelajaran-pelajaran
– Adanya keharusan untuk mempelajari islam, karena tidak mungkin memasuki secara keseluruhan apabila tidak mengetahui kandungannya secara keseluruhan pula.

– Adanya keharusan untuk masuk islam secara keseluruhan dalam arti melaksanakan semua ajaran islam, tentunya ini terkait dengan pengetahuan, karena suatu aturan yang sudah dimengerti jika tidak dilaksanankan atau suatu aturan jika tidak dimengerti atau diketahui, maka dengan sendirinya aturan tersebut akan hilang.

– Adanya keharusan untuk tidak mengikuti ajakan dan langkah-langkah syetan, karena dengan mengikuti ajakan syetan dan langkahnya maka arti kesempurnaan islam menjadi hilang, sebab jika sesuatu itu sempurna, maka konsekuensinya tidak membutuhkan yang lain dan dengan mengikuti ajakan dan langkah syetan berarti orang sudah melakukan pelanggaran.

– Syetan adalah musuh manusia, maka anjurannya adalah memposisikan musuh sebagai musuh dan bukan sebagai mitra.

– Perlu sosialisasi Islam secara kontinyu

– Perlu menggalakkan pengajian dan sarana mengkaji Islam diseluruh lapisan masyarakat dan seluruh wilayah

– Menggalakkan kepedulian kepada sesame agar meningkat taraf hidup secara keseluruhan kususnya dalam hal keperpihakan pada pelaksanaan ajaran Islam

Penutup

Kesimpulan

Setan adalah makhluk halus yang sejenis dengan jin. Setan diciptakan dari api. Kerjanya menyesatkan manusia kalau hati bergerak berbuat jahat, tanda hati itu telah dibisiki setan. Apabila hati tergerak untuk berbuat amal saleh, tanda malaikat telah menyampaikan ilhamnya.

Pintu pintu Godaan Setan :

1. Mengadu domba sesama kaum muslimin dan menyebarkan buruk sangka satu sama lain.

2. Menghiasi bid’ah bagi manusia. Sehingga manusia menambah atau mengurangi ibadah sesukanya tidak lagi sesuai dgn tuntunan Rasul

3. Membesarkan satu aspek ibadah dari lainnya. Menyatakan bahwa cukup dengan niat baik saja atau sholat saja sudah baik sehingga tidak apa apa melakukan maksiat.

4. Menunda nunda hal baik dan tergesa gesa dalam suatu urusan.

5. Berangan angan semu.

6. Ujub, takabur, riya, sombong atau sebaliknya rendah diri dan mencela diri sendiri.

7. Ragu ragu dalam niat kebaikan.

8. Menakut nakuti manusia dari kefakiran.

Hal yang memperlancar tugas setan :

1. Kebodohan

2. Hawa Nafsu

3. Kelalaian dan tidak waspada terhadap pintu masuk setan.

Obatnya ;
1. Iman kpd Allah

2. Mencari ilmu agama

3. Ikhlas dalam hidup

4. Dzikir kepada Allah SWT.

Daftar Pustaka

  • Mubarok Zaky,  1998. Akidah Islam. UII Press, Yogyakarta.
  • Abdul Salam, Bali,  2006. Ruqyah: Cara Islami Mengatasi Kesurupan . Darul Basyir Beirut Maktabah Ash-Shahbah, Jeddah.
  • DR. Abdullah,  Al-Khatir dari bukunya  Madaakhilu As-Syaithan

(Sumber Buku : Godaan Setan pada Orang orang Shaleh, DR Abdullah Al Khaathir)

 
Leave a comment

Posted by on June 14, 2013 in Agama, Makalah, Tugas

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: